Creation Science Information & Links!
Utama
Tanya Jawab
Link
ID Artikel
Buku-Buku
Gambar
MP3
Video

Afrikaans
العربية
Български
简体中文
繁體中文
Hrvatski
Čeština
Nederlands
English
Afrikaans
Arabic
Bulgarian
Chinese CS
Chinese CT
Croatian
Czech
Dutch
English
Français
Deutsch
Ελληνικά
עִבְרִית
Magyar
Indonesia
Latviešu
Norsk
Polski
French
German
Greek
Hebrew
Hungarian
Indonesian
Latvian
Norwegian
Polish
Português
Română
Русский
Српски
Slovenčina
Español
ภาษาไทย
Українська
isiZulu
Portuguese
Romanian
Russian
Serbian
Slovak
Spanish
Thai
Ukrainian
Zulu

 
    TANYA JAWAB            Ver. 2.5
http://www.creationism.org/indonesian/creationism_faq_id.htm

Berbagai pertanyaan dikirim setiap minggu.
Harapan kami bagian Tanya Jawab ini akan
menjawab pertanyaan dan tantangan umum Anda.

   Apakah kamu gila?

Hmm… susah menjelaskannya.

   Mengapa kamu begitu bebal?

Apakah kita pernah bertemu? Ingatlah bahwa orang yang menyebut orang lain bebal atau bodoh, dia sendirilah orang yang bebal.

   Bukankah inti dari faham penciptaan adalah: “Allah mengatakannya, aku mempercayainya. Titik.” ?

Untuk sebagian orang, ya. Sebaliknya, bukankah inti faham evolusi adalah “Ilmuwan mengatakannya, aku mempercayainya. Titik.”?

   Kapankah kamu berhenti menentang ilmu pengetahuan?

Kapankah kamu berhenti memukuli istrimu? Dengan kata lain, pertanyaan tadi mengandung pernyataan yang tidak benar. Kadangkala sebagian kecil ilmuwan atau orang-orang yang bijaksana, mengajukan sebuah teori yang belakangan terbukti teori itu benar. Pada prinsipnya, kami tidak menentang ilmu pengetahuan.

Ingatlah bahwa bapak-bapak penemu ilmu pengetahuan modern adalah para pendukung penciptaan (kreasionis), seperti Newton, Kepler, Pascal, Boyle, Galileo dan banyak lagi. Mereka memahami bahwa ada Pencipta Agung yang memberikan dasar untuk mencari hukum-hukum alam atas ciptaan-Nya, dan untuk mencoba berpikir seperti caraNya berpikir. Saat ini kita melakukan hal yang sama, kita tahu bahwa kita hidup dalam alam semesta yang telah dirancang secara logis. Bagaimana dengan ide bahwa kita semua ada secara kebetulan dan acak oleh letusan Big Bang? Para pendukung penciptaan (kreasionis), bersama-sama dengan ilmu pengetahuan, akan mempertahankan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa alam semesta ini tidak diciptakan secara kebetulan.

   Bagaimana tentang dinosaurus?

Secara sederhana, dinosaurus hidup berdampingan bersama-sama dengan manusia selama ribuan tahun. Dalam era modern hampir semuanya telah punah. Ingat, kata ‘dinosaurus’ baru ada 160 tahun yang lalu. Legenda tentang reptil yang berbahaya (alias naga) telah diceritakan turun temurun di seluruh Eropa, dari Tiongkok sampai seluruh Asia, seluruh Amerika (Utara, Selatan dan Tengah), juga di Afrika. Mengapa legenda/sejarah ini diremehkan dan diabaikan sekedar untuk mempercayai teori evolusi yang bersifat sementara? Penting bagi ilmu pengetahuan untuk membedakan bukti dari penafsiran. Bukti menunjukkan bahwa memang ada makhluk-makhluk yang berbahaya ini. Ditemukan tulang-tulang, catatan sejarah, jejak kaki, dan bukti-bukti yang kuat. Penafsiran (atau kepercayaan) bahwa mereka telah mati berjuta-juta tahun yang lalu masih diperdebatkan antara kaum kreasionis dan evolusionis. Sejumlah cerita sejarah tentang manusia dibunuh oleh dinosaurus atau manusia bersatu membunuh dinosaurus (di antara bukti-bukti penting lainnya) jelas berpihak pada kebenaran teori penciptaan. Dan teori penciptaan berkembang makin hari makin kuat.

   Bukankah dinosaurus punah 65 juta tahun yang lalu?

Ada bukti yang jelas bahwa bumi hanya berusia ribuan tahun. Dalam buku berjudul BOOKS, lihat It's a Young World After All.  oleh Dr. Ackerman. Pendapat bahwa usia bumi “65 juta tahun” adalah rekaan semata. Evolusi menjadi tempat persembunyian imajiner terhadap kemahakuasaan Sang Pencipta. Evolusi mengklaim (berdasar kepercayaan) bahwa Allah kita adalah lemah dan tidak nyata. Pikirkan apa yang diklaim evolusi tentang asal usul kita. Naga (yang dibahas pada pertanyaan sebelumnya) dijumpai dan kadangkala diperangi oleh nenek moyang kita di daerah yang didiami manusia. Nenek moyang kita mencatat keberadaan makhluk-makhluk reptil yang berbahaya itu jujur apa adanya. Dinosaurus hidup berdampingan dengan manusia. Manusia menyaksikan kehidupan dinosaurus. Tentunya kisah-kisah itu kemudian ditambah-tambahi, namun kebenaran bahwa manusia dan dinosaurus (naga) hidup berdampingan adalah akurat. Dinosaurus hidup di berbagai tempat pada saat bersamaan – sampai kebanyakan dari mereka punah (Sebenarnya, masih ada sejumlah kecil dinosaurus yang masih hidup sampai saat ini)

   Bumi diciptakan pada tahun 4004 SM…. Pasti bercanda!

Sebenarnya terdapat beberapa versi yang berbeda tentang “ilmu penciptaan”. Sejumlah kreasionis cenderung menerima sebagian besar penafsiran evolusi tapi berhenti pada titik di mana seluruh kehidupan terjadi begitu saja pada awalnya. Para kreasionis ini berdebat tentang “penyebab awal”, yakni “Seseorang” yang menyebabkan peristiwa yang pertama dan kemudian evolusi menamainya Allah. Dari www.creationism.org link kita menghubungkan dengan sejumlah situs, bila kamu berminat. Tapi kreasionis yang lain, yang memberi kontribusi pada ada website ini telah belajar secara berkelanjutan dan menyimpulkan (atau percaya) bahwa tidak ada bukti ilmiah apapun yang mendukung evolusi; dan tidak mungkin bumi berusia lebih dari 10.000 tahun. Hal ini rumit, tapi banyak dari kreasionis yang percaya bumi berusia muda, sekitar tahun 4004 SM , mungkin paling dekat dengan tanggal penciptaan. Mereka yang percaya bahwa metode penanggalan radioaktif bekerja dengan baik, pasti menertawakan hal ini. Maaf.

   Hujan selama 40 Hari dan 40 malam, sungguhkah?

Sebenarnya dalam Kejadian pasal 7, dinyatakan bahwa air menutupi daratan selama 150 hari, lalu perlahan surut pada 150 hari berikutnya. Air bah terjadi selama hampir 1 tahun sejak keluarga Nuh masuk ke bahtera sampai mereka meninggalkannya. Itu sudah jelas, titik. Didahului dengan 40 hari 40 malam, hujan turun amat lebat (angin juga bertiup, Kej 8:1). Tidak ada bukti nyata bahwa hujanlah yang menyebabkan air bah. Para kreasionis modern tidak pernah memperdebatkannya. Maafkan aku, tapi hanya para evolusionis yang terus menyatakan gagasan palsu ini untuk terang-terangan menjelekkan teori penciptaan, termasuk air bah.

   Bagaimana mungkin bahtera Nuh menampung semua spesies binatang-binatang besar di dunia!

Telur naga (dinosaurus) terbesar yang pernah kita temukan adalah seukuran bola sepak. Jadi selusin telur brachiosaurus dapat dimasukkan dalam bagasi mobil dan masih ada ruang lowong! Ini berarti bahwa naga yang baru menetas juga ukurannya tidak terlalu besar. Misi dari Nuh adalah melestarikan setiap jenis binatang. Tidak perlu mencari yang terbesar dari tiap jenis. Dan juga tidak perlu spesies turunannya. Kuda dan zebra bisa kawin dan mempunyai turunan, demikian juga singa dan harimau. Jadi menurut teori penciptaan keduanya mungkin berasal dari binatang yang sama. Walaupun, memiliki banyak perbedaan, anjing dan serigala mungkin berasal dari jenis hewan yang sama. Memang di dalam bahtera ada binatang-binatang yang bila dewasa berukuran amat besar, seperti jerapah, gajah dan T-rex. Tapi rata-rata binatang berukuran seperti domba, sehingga bahtera bertingkat 3 cukup luas untuk menampung bermacam-macam binatang termasuk persediaan makanan yang banyak. Beragam variasi spesies bisa lahir dari sepasang binatang asli yang sehat. Bila kita berpikir secara ilmiah, bukankah hal ini menunjukkan variasi rancangan yang luar biasa?

   Bahkan bila seluruh atmosfer 100% jenuh dengan uap air lalu turun hujan, tidak mungkin seluruh air itu cukup untuk menenggelamkan seluruh benua! Air bah itu tidak mungkin terjadi!

Ada banyak bantahan dua pertanyaan di atas. Kitab Kejadian menjelaskan air bah dari kacamata Nuh dan bukanlah gambaran dari semua peristiwa yang terjadi. Tidak disinggung sama sekali tentang es. Yang kita tahu, air naik (selama 150 hari pertama) sejalan dengan turunnya hujan 40 hari dan pecahnya mata-mata air di bawah bumi. Itu adalah pernyataan yang saling menunjang. Hujan tidak menyebabkan air bah, tapi gejala dari bencana besar ini dimulai pada saat yang bersamaan.

   Air asin yang menyapu benua-benua akan menghancurkan semua tanaman, betul?

Pernahkan kamu menambahkan gula pada kopi tapi lupa mengaduknya? Bagaimana rasanya? Sebelum terjadinya air bah, samudera belum ‘diaduk’. Saat itu samudera mungkin belum jenuh mineral, yaitu sebelum air menyapu semua daratan. Dan kita tahu tanaman berbiji (bukan hibrida yang jauh lebih lemah, seperti anjing hasil kawin silang), bertahan hidup berbulan-bulan dalam air. Dari catatan fosil terlihat bahwa beberapa jenis tanaman (dan sejumlah makhluk laut) tidak bertahan selama air bah dan memerlukan penyesuaian untuk iklim yang dingin sesudahnya. Cattail, contohnya, dahulu bisa tumbuh setinggi 60 kaki, tapi sisa yang kita temui sekarang jarang bisa mencapai 3 kaki. Dunia modern ini adalah sisa dari dunia sebelumnya.

   Bukankah air bah Nuh hanya bersifat regional?

Mustahil. Sebagian orang berpendapat demikian, tapi Kitab Kejadian menjelaskan bahwa Allah bermaksud untuk memusnahkan seluruh bumi. Manusia, hewan dan burung yang tidak masuk bahtera akan tenggelam. Rata-rata manusia bisa berjalan 3 mil/jam, betul? Dalam waktu 10 jam, seseorang dapat menempuh 30 mil (50 km). Dalam waktu 100 hari berjalan, akan menempuh ribuan mil, betul? Bila Allah sekedar mengirimkan banjir regional, mengapa Ia tidak menyuruh Nuh membuat kereta Nuh saja? Nuh bisa sekedar pindah ke lembah lain untuk menghindari banjir di tempat itu. Secara geologis, kita menemukan lapisan-lapisan sedimen yang menyelimuti tiap daratan. Kebanyakan sedimen terbentuk oleh air. Lapisan-lapisan yang tebal dan seragam meliputi area ratusan mil persegi, menunjukkan adanya suatu kejadian di masa lampau yakni proses pengendapan yang luas sekali, yang tidak pernah kita jumpai masa sekarang. Lapisan-lapisan yang tebal itu, berselang-seling dengan cadangan batu bara dan minyak bumi (berasal dari makhluk hidup di masa lampau) yang ada di seluruh benua, menunjukkan air bah yang bersifat global

Air bah itu bersifat global. Hal itu dinyatakan dalam legenda-legenda sejarah dari seluruh dunia, bukan hanya sejarah Yahudi. Apa dasar utama kebenaran yang kamu pegang? Apakah ilmu pengetahuan yang secara keliru mengikuti trend dan konsensus sementara ? Ataukah Firman Allah? Bukankah kita tahu bahwa ada kalanya mayoritas ilmuwan itu juga keliru? Lebih dari 1000 tahun, sejak Ptolemius sampai Galileo, ilmuwan keliru menganggap seluruh alam semesta berputar mengelilingi bumi. Hukuman gereja terhadap Galileo berlandaskan dukungan terhadap apa yang mereka anggap sebagai ‘ilmu pengetahuan’ pada masa itu. Pemimpin gereja mendukung rekan sejawatnya terhadap Galileo yang berpendapat bahwa teori Ptolemius –ilmuwan dan ahli matematika Yunani- yang berusia 1000 tahun itu, adalah salah. “Percayalah pendapat mayoritas ilmuwan”, mereka pasti benar? Tidak. Ada kalanya mayoritas keliru. Mereka keliru saat berpendapat bahwa seluruh alam semesta berputar mengelilingi bumi. Ada bukti yang nyata bahwa saat inipun mereka keliru menyatakan bahwa kita ada karena kecelakaan kosmis yang meledak dari kehampaan tanpa alasan apapun. Kehidupan manusia hanyalah kejadian biasa tanpa campur tangan Allah. jadi jalanilah hidupmu apa adanya. Manusia yang menciptakan hukum, konsensus manusia adalah otoritas tertinggi.

   Bukankah Scope Trial di tahun 1925 (atau Monkey Trial) menunjukkan bahwa evolusi telah menang dan penciptaan kalah!

Itu yang dilaporkan secara terus menerus oleh media liberal dan Hollywood sejak kejadian itu.

   Mengapa kamu begitu intoleran terhadap kepercayaan lain?

Aku mengaitkan dan membuat laporan dari kedua sisi masalah yang penting ini, tidak seperti yang dilakukan media liberal dan Hollywood sepanjang bertahun-tahun.

   Para kreasionis yang bodoh membuatku jengkel!

Ini bukan pertanyaan, tapi kami sering mendapat jenis-jenis komentar seperti ini. Umumnya dikirim oleh orang-orang muda yang menginginkan para kreasionis (atau siapapun yang berbeda pendapat dengan mereka) menjadi seperti mereka. Wah, berarti menjadi muda kembali ... 

Satu hal yang telah aku sampaikan di hadapan kelompok yang skeptis adalah walaupun mereka sangat tidak setuju dengan kesimpulanku, tolong pertimbangkan sisi baik dari bukti-bukti itu. Mereka yang meramalkan teori-teori baru untuk masa 10-20 tahun ke depan adalah mereka yang menggunakan bukti-bukti yang secara diam-diam dibuang oleh para ahli lain pada generasi sekarang. Mengapa dibuang? Karena bukti itu tidak cocok dengan teori mereka. (perhatikan pertanyaan berikut ini)

   Penentuan umur dengan metode radioaktif membuktikan bahwa penciptaan tidak mungkin terjadi, bukan?

Para kreasionis berpihak pada ilmu pengetahuan yang dapat diuji dan dapat diulangi. Ehem, lagi-lagi para kreasionis yang berdiri di pihak ilmu pengetahuan. Para evolusionis -kalau perlu- diam-diam mengabaikan ilmu pengetahuan! Bebatuan tidak ada stempel tanggal pembuatannya. Tidak ada seorangpun saksi mata yang menyaksikan usia bebatuan itu jutaan tahun. Penentuan umur metode radioaktif adalah sepertiga fakta dan duapertiga asumsi, dan tidak berulang (memberi hasil yang berbeda-beda pada pengulangan). Aliran lava yang umurnya relatif baru, bila dilakukan pengukuran umur metode radioaktif memberikan hasil jutaan tahun. Hal ini tidak meyakinkan kita dalam menebak perkiraan bahwa umur bumi sangat tua.

Terdapat sisa-sisa karbon pada fosil tulang naga (dinosaurus) . Menurut teori evolusi, tulang-tulang ini pasti berusia 65 juta tahun. Para kreasionis mengambil sebagian karbon itu dan secara berkala mengirimkan sampel itu ke laboratorium metode (C14); Hasilnya menunjukkan bahwa karbon yang menempel di tulang dinosaurus itu berusia maksimum ribuan tahun. Ilmu pengetahuan menang. Setelah para kreasionis mempublikasikan dari mana asal sampel itu, para evolusionis menjadi sangat marah. Sampel yang lain adalah kubah lava gunung St. Helens. Usia sebenarnya adalah 35 tahun, tapi pengukuran dengan radioaktif K-Ar menunjukkan umurnya 1 juta tahun! Ada sesuatu yang sangat keliru. Pompeii dan Hawaii juga memiliki aliran lava yang membuktikan bahwa pengukuran metode K-Ar tidak dapat diandalkan. Tapi para petinggi evolusionis masih bertahan dengan data usia yang amat tua ini karena tidak adanya bukti lain yang mendukung bahwa usia bumi lebih dari 10.000 tahun. Semua sungai besar dan air terjun menunjukkan usia bumi hanyalah ribuan tahun. Inilah ilmu pengetahuan, yang dapat diuji dan dapat diulangi. Pengujian ini dapat dilakukan pengulangan dan hasilnya akan tetap sama.

   Bagaimaan dengan catatan fosil?

Fosil adalah sahabat terbaik para kreasionis. Dan sampai saat ini tidak ditemukan fosil bentuk transisional. Tentu saja, tiap generasi evolusionis mengajukan fosil-fosil baru, tapi tidak ada satupun yang mampu bertahan sampai hari ini. Belakangan ini, mereka berusaha keras meng-klaim bahwa ternyata kulit dinosaurus berbulu, untuk membenarkan teori evolusi yang bersifat sementara. Ini juga akan runtuh. Tunggu dan lihatlah. (Mereka punya seniman-seniman hebat, bukan?) Mereka bisa membuat ilustrasi yang bagus tentang ‘kemungkinan’ bentuk antara, tanpa didukung sedikitpun bukti ilmiah. Sungguh menyedihkan propaganda yang mereka lakukan kepada anak-anak.

   Evolusi manusia (hominid) adalah FAKTA! Akuilah!

Manusia masa kini mempunyai volume tengkorak bervariasi antara 700 cc sampai 2200 cc. Volume rata-rata 1300 sampai 1350 cc. Tidak ada kaitan antara ukuran otak dan kecerdasan. Aku dulu tinggal di Tokyo selama 5 tahun. Rata-rata ukuran otak orang Jepang jauh lebih kecil dari otakku (aku Kaukasian, berbadan tinggi). Tapi aku yakinkan kamu, orang Jepang amat cerdas. Bila kita mengamati komputer, makin dekat jarak sirkuit, makin efisien dan makin cepat kerjanya Jadi otak yang kecil belum tentu suatu kelemahan, bukan? Ketika para evolusionis menjejerkan tengkorak kuda-kuda dari yang terkecil sampai terbesar, mereka membuat asumsi yang salah dengan mengkaitkan ukuran otak dengan kecerdasan. Mereka juga dengan sengaja menyembunyikan penemuan tengkorak-tengkorak kuno yang berukuran lebih besar dari tengkorak masa kini. Di tambah lagi, metode pengukuran umur radioaktif tidak bekerja dengan baik (telah dibahas di atas), sehingga mereka tidak tahu berapa umur tengkorak-tengkorak itu sebenarnya.

Permisi, apa yang akan terjadi pada tulang orang-orang yang kekurangan kalsium? Contohnya pada kekurangan tembaga, akan mengganggu perkembangan otak. Jika di masa lalu, orang-orang hanya makan apa yang di dapat di suatu daerah, dan tanah di daerah itu kekurangan selenium, magnesium atau besi atau mineral-mineral lain… maka hal ini akan mempengaruhi setiap orang dan binatang di daerah itu sampai generasi-generasi selanjutnya, bukan? Kalau sekarang kita melihat fosil-fosil hominid yang ada, marilah mempertimbangkan semua kemungkinan logis, termasuk potensi cacat bawaan. Jangan menggunakan sampel tulang-tulang hominid yang sudah dipilih-pilih (bahkan sebagian besar disembunyikan dan diabaikan) dengan tujuan mencoba mempublikasikan dan membantu kredibilitas teori evolusi. Dengan kata lain, mereka melakukan apapun demi tegaknya teori evolusi. Kia harus membayar sangat mahal bila kita membiarkan mereka menipu publik dengan bukti-bukti keliru yang dipalsukan. Catatan fosil (sahabat terbaik para kreasionis) menunjukkan bahwa dalam setiap jenis makhluk mempunyai variasi-variasi, yang membuktikan rancangan yang luar biasa cerdas.

Apa manfaat evolusi? Ya, aku bertanya kepadamu sebuah pertanyaan serius! Evolusi mengisi kebutuhan akan asal usul kita. Evolusi tidak bisa diuji dan tidak bisa diulang. Saat para kreasionis menunjukkan bahwa evolusi bertentangan dengan bukti ilmiah, para evolusionis menjadi marah. Marah? Bukankah dalam ilmu pengetahuna ktia bebas bertukar ide dan bukti lain. Mereka marah, karena kita mengancam agama mereka. Siapa kita manusia ? Kemana kita kan pergi nantinya? Kita punya 3,54 juta pasang DNA. Wow! Aku tidak punya cukup iman untuk percaya bahwa itu semua kebetulan yang acak. Ini berbeda dengan ilmu pengetahuan, bukan?

   Bukankah tiap orang tahu bahwa “sains penciptaan” itu konyol?

Kita membicarakan sejarah purbakala yang paling penting, yakni asal usul kita. Hal ini merupakan isu yang terus menerus menyentuh hati kita. Begitu dalamnya sampai menjadikannya suatu ancaman. Ini berbeda dengan ilmu pengatahuan yang lain. Bila benar-benar ada Allah yang menciptakan dan berhak menghakimi kita setelah ajal, maka sungguh bodoh kalau kita bersikukuh menentang realitas, menutup mata dan menyatakan bahwa Ia tidak ada. Sesungguhnya kita adalah makhluk-makhluk kecil dengan segala keterbatasan yang menempel pada sebuah bola biru di pinggiran alam semesta dalam sebuah galaksi. Kita juga terbatas hanya punya 5 pancaindera. Sebagian orang yang merasa “paling pintar”, menyatakan dirinya bijaksana, menyimpulkan bahwa apa yang ada ini haruslah menjawab pemahaman kita yang terbatas. Ilmu evolusi dengan para pendukungnya, mungkin benar-benar konyol, tapi istilah sains penciptaan yang kita mengerti bukanlah pusat dari semua ini.

   Para kreasionis tidak menerbitkan review (makalah) ilmiah, membuktikan bahwa mereka tidak menjalankan ilmu pengetahuan yang sebenarnya, betul?

Sangat disayangkan bahwa sebagian penjaga menara gading yang menolak tulisan yang bertentangan dengan faham mereka, kemudian menyalahkan para kreasionis karena tidak diperbolehkan menerbitkan riset yang berkualitas dalam publikasi ilmiah mereka.

Dr. Henry Morris dari Institute for Creation Research menemukan bahwa banyak ilmuwan kreasionis yang bekerja di profesi kesehatan. Tapi pandangan anti-penciptaan sangat intens dalam bidang akademik, sehingga tidak ada seorangpun yang berbicara atau menulis secara terbuka menentang evolusi tanpa diasingkan atau dipecat. Penilaian sejawat di bawah tekanan sejawat, sehingga dalam kompetisi perkembangan karir, mereka juga menghadapi berbagai hambatan. Para evolusionis telah memutuskan bahwa tidak ada “Allah” (tanpa konsekuensi apapun) yang berarti konsensus manusialah yang menjadi tingkat kebenaran tertinggi. Bagaimana cara profesor yang mengajar evolusi bisa naik pangkat dan mempertahankan pekerjaannya? Bila mereka menentang konsensus itu, berarti mereka melakukan kesalahan. Harus disadari bahwa konsensus bahwa tidak ada Allah, akan terus berkembang makin kuat, kecuali dipatahkan dari luar. Hal ini berbeda sekali dengan kasus korupsi seperti di kepolisian, politik atau agama palsu.

The respected Creation Research Society saat ini mempunyai 650 anggota, semuanya memiliki gelar sarjana di bidang sains. Banyak di antaranya telah menerbitkan makalah ilmiah yang bagus. CRS juga rutin menerbitkan jurnal ilmiah dan newsletter dua bulanan menampilkan berbagai artikel berlandaskan sains.

   Evolusi adalah ilmu pengetahuan, penciptaan adalah agama

Pernyataan ini sering disampaikan para pengejek. Aku biasanya menanggapi hal yang tidak bermutu itu dengan singkat. Tapi di sini aku menyinggung bahwa evolusi adalah suatu kepercayaan mengenai asal usul kita. Selama ribuan tahun manusia beternak dan bercocok tanam, hal ini tidak pernah ada. Belum ada satupun fosil transisional yang terpercaya. Metode penentuan umur radioaktif yang memperkirakan jutaan tahun, tidak memenuhi syarat bisa uji ulang. Aku lebih suka menggunakan kata ‘berdiskusi’ daripada ‘berdebat’ antara “sains penciptaan vs agama evolusi”. Makro-evolusi (perubahan dari molekul sederhana menjadi manusia) sangat dipercaya oleh para pendukungnya, tapi teori itu hanya salah satu dari banyak teori di dunia..

   Apakah perbedaan antara makro-evolusi dan mikro-evolusi?

Makro-evolusi adalah teori bahwa suatu jenis makhluk hidup dapat berubah menjadi makhluk hidup jenis lain bila ada kesempatan dalam rentang waktu yang panjang. Sedangkan mikro-evolusi adalah proses biologis yang teramati, yang menunjukkan bahwa keturunan suatu makhluk hidup akan mirip (bukan hasil kloning) dengan nenek moyangnya. Bukankah luar biasa, Sang Pencipta membuat pengaturan otomatis dalam tiap jenis makhluk hidup! Seorang anak akan mewarisi sifat-sifat nyata dari kedua orang tuanya. Mikro-evolusi adalah bagian dari ilmu pengetahuan. Itulah kehidupan yang diinginkan Sang Pencipta, yaitu variasi yang ada dalam tiap ‘jenis’ bentuk kehidupan. Perhatian baik-baik, ketika kaum evolusionis menunjukkan bukti tentang makro-evolusi, mereka SELALU menunjukkan contoh-contoh mikro-evolusi. Mereka berharap tidak ada orang yang menyadari perbedaannya. Hukum genetika Mendel menunjukkan kepada kita mengapa mikro-evolusi tidak mungkin mengarah kepada makro-evolusi.

Ada banyak lagi variasi pertanyaan dan tantangan yang disampaikan. Semoga FAQ ini dapat menjawab sebagian pertanyaan yang mungkin kamu pikirkan tentang masalah penting ini. Kalau kamu orang yang takut akan Allah, berdoalah untuk pemahamanmu akan masalah yang mendasar ini. Setelah meneliti kedua pihak (penciptaan dan evolusi) kamu mungkin sampai pada kesimpulan yang berbeda. Tolong pertimbangkan bahwa alasan kami menuliskan web site ini adalah berharap agar dapat memajukanmu dan memberi informasi kepadamu

======

Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, kita kehilangan kontak langsung dengan Sang Pencipta. Ini terjadi 6000 tahun yang lalu. Generasi demi generasi selalu ada usaha untuk memelihara dan menceritakan keberadaan kita di alam semesta dan bagaimana cara kembali kepada Sang Pencipta. Ketika nenek moyang kita tersebar pasca air bah, mereka mewariskan sejarah itu sampai lebih dari 250 kisah tentang air bah yang masih diingat! Tidak ada sejarah budaya di dunia yang berusia lebih dari 5000 tahun. Namun, dalam 200 tahun terakhir, ada usaha makin keras oleh ‘manusia modern’ yang berusaha melupakannya. Peritiwa air bah, suatu kejadian nyata dalam sejarah yang terjadi ribuan tahun silam, ingin digantikan dengan mitos bahwa jutaan tahun lalu kita terbentuk karena kecelakaan kosmis. Mereka mengajak kita berdiri menentang Sang Pencipta. Alien (yaitu malaikat yang jatuh, arwah dan allah-allah lain dalam bentuk baru) segera masuk menggenapkan kebohongan anti-sejarah. Jangan sampai kita jatuh dalam muslihat evolusi dan semua hal yang mengarah kepada kepercayaan evolusi

Aku menutup dengan doa. Bahkan orang ateis atau yang anti-Tuhan bisa berdoa dengan tenang dan tulus: "Sang Pencipta, kalau Engkau ada dan dapat mendengarku, tolonglah aku".  Ambillah langkah pertama ini. Kita tidak sendirian di alam semesta ini.

Paul Abramson,  Editor:  www.creationism.org          MP3 Audio Teaching
 
 



 
Other Creation Science FAQs:
 

CMI • Creation Ministries Intl. - Creation Answers  FAQ

ICR • Institute for Creation Research  FAQ  

CSC's  "In the Beginning"  - Full Index  

AIG • Answers In Genesis  FAQ





(Media/Reporter Info)  Creationism.org's - "Press Release"

 

<http://www.creationism.org/indonesian/creationism_faq_id.htm>

 

Utama
Tanya Jawab
Link
ID Artikel
Buku-Buku
Gambar
MP3
Video